Beranda » Tempat Wisata Bali » Pura Tirta Empul Bali Memiliki 26 Air Mancur Yang Unik

Pura Tirta Empul Bali Adalah Pura Hindu Bali Di Desa Tampaksiring, Pura Yang Memiliki Mata Air Digunakan Sebagai Air Suci Untuk Berbagai Upacara Keagamaan Di Bali

Pura Tirta Empul Bali dibangun di sekitar mata air suci di Tampak Siring. Selama lebih dari seribu tahun, pemuja Bali telah tertarik ke Pura Tirta Empul yang mata air sucinya konon diciptakan oleh Indra dan memiliki sifat kuratif. Tradisi ini hampir tidak berubah di kuil hari ini. Lebih dari 1000 tahun, kuil dan dua tempat pemandiannya telah digunakan oleh orang-orang untuk kesehatan dan kemakmuran yang baik karena kekuatan penyembuhan mata air.

Sejarah Pura Tirta Empul :

Pura Tirta Empul Ini adalah mitos yang dijelaskan dalam naskah Usana Bali yang mengatakan bahwa seorang raja sombong Bali bernama Maya Denawa tidak percaya pada dewa, dan menolak orang untuk menyembah dewa. Kemudian hukuman untuk raja datang.

Prajurit Bhatara Indra datang untuk menyerang Maya Denawa dan menyingkirkannya dari tahta. Namun Maya Denawa menggunakan senjata kimia yang menyebabkan semua pendekar Bhatara Indra tewas diracun. Melihat ini Bhatara Indra kemudian menanam tongkatnya ke bumi, dan menyemburkan air. Air ini digunakan untuk menyemprot prajurit yang mati, dan mereka hidup kembali. Sehingga sumber air ini sampai sekarang dipercaya sebagai sumber kehidupan dan kemakmuran. Apalagi jika mata air ini kita kaitkan dengan sistem pengairan di sekitar wilayah tersebut, karena memberikan ratusan hektar sawah dari Tampaksiring hingga Pejeng.

Prasasti tersebut menyebutkan pembangunan Pura Tirta Empul pada tahun 960 M, ketika raja Chandrabhaya Singha Warmadewa memerintahkan ini yang sudah 1042 tahun yang lalu. Tampaknya tempat ini tidak menarik bagi raja kuno tetapi pada tahun 1954 presiden pertama Indonesia Soekarno telah membangun vila kepresidenannya tepat di sisi barat candi. Awalnya merupakan tempat tinggal pejabat Belanda, kemudian digunakan oleh mantan Presiden Soekarno selama perjalanannya yang sering ke Bali. Villa ini telah membawa juga nama Tampaksiring dikenal dunia secara luas.
Pura yang hadir sebagai pura umum di Bali, tata letaknya dibagi menjadi 3 pelataran. Di halaman tengah dibangun dan halaman pertama dibangun:

  • Kolam dengan 13 air mancur, digunakan sebagai air suci untuk kremasi atau upacara kematian,
  • Kolam dengan 8 pancuran, digunakan sebagai air untuk pembersihan simbolis ( penyucian spiritual ), ketika seseorang sakit diyakini terinfeksi oleh kotoran immaterial.


Kolam dengan 5 air mancur untuk air suci digunakan orang dari luar datang untuk berdoa.
Di halaman pertama juga terdapat kolam untuk tempat pemandian umum. Total jumlah candi di Pura Tirta Empul saat ini adalah 30 nits, setelah kemudian ditambah oleh masyarakat setempat yang bertanggung jawab atas candi tersebut. Upacara ini dilakukan setiap 210 hari, dan tanggal tetap dapat dibaca dalam kalender Bali.

Ada patung batu tua yang diawetkan di halaman terakhir Pura Tirta Empul dalam bentuk kerbau. Kondisi ukiran sudah rusak parah, sehingga tidak bisa diamati secara detail untuk memperbaiki jenisnya. Kerbau dalam jajaran agama Hindu dianggap sebagai tunggangan dewa Shiwa dan hewan ini disebut “Nandi”.

Nama “Tirta Empul” berarti aliran jernih yang digunakan sebagai air suci untuk berbagai upacara keagamaan. Pengunjung hanya diperbolehkan sampai halaman utama. Dari sini, orang bisa menikmati kuil kembar dan gerbang terpisah, yang umum di sebagian besar kuil di Bali. Di dalam tempat suci bagian dalam, ada sejumlah kolam pemandian untuk umat Hindu.

Pura Tirta Empul termasuk gerbang split tradisional Bali bersama dengan tempat pemujaan untuk Siwa, Wisnu, Braham, Gunung Batur, dan Indra. Ada juga paviliun terbuka yang besar di halaman utama, berguna untuk bersantai di tempat teduh.

Namun daya tarik utama di Pura Tirta Empul adalah kolam persegi panjang yang diukir dari batu, diisi dengan koi dan diberi makan oleh mata air suci melalui 12 air mancur. Para penyembah pertama-tama membuat persembahan di kuil, kemudian naik ke kolam utama untuk mandi dan berdoa. Banyak yang mengumpulkan air suci dalam botol untuk dibawa pulang. Di dekatnya ada dua kolam kecil yang dialiri oleh mata air.

Pura Tirta Empul terletak di desa Tampak Siring, dapat diakses dengan transportasi umum dari Ubud. Suvenir berdiri di luar kuil mengkhususkan diri dalam kerajinan lokal, perhiasan tulang berukir.

CARA MEMESAN TUR BERSAMA KAMI

  • Silakan isi formulir Pertanyaan Wisata di bawah ini
  • Formulir Tur ini bukan konfirmasi akhir, kami perlu memeriksa ketersediaan tur yang Anda minta
  • Kami akan membalas sesegera mungkin setelah menerima Pertanyaan Tur Anda
  • Jika Formulir Tur tidak berfungsi, silakan kirim email langsung ke email ini: admin@arvitour.com
  • Atau kirimkan pesan kepada kami melalui whatsapp di nomor ini +6283115192999

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.