Museum Bali

24 Januari 2022 387x Tempat Wisata Bali

Beranda » Tempat Wisata Bali » Museum Bali

Museum Bali Adalah Museum Wisata Budaya Bali

Museum Bali terletak sangat strategis di Jalan Mayor Wisnu Denpasar Bali dan ditemukan karena lokasinya yang berada di jantung kota. Di sebelah utara terdapat Pura Jagatnatha yang agung, sedangkan di depannya terdapat Puputan Badung (Halaman Badung) dan arca empat muka (Arca Catur Muka). Perkembangan Museum Bali diawali dengan adanya prakarsa bagaimana melestarikan warisan budaya Bali serta menjaga, melestarikan dan memeliharanya. Inisiatif ini didasari oleh adanya rasa khawatir, bahwa ada gejala semacam pengikisan budaya, sehingga cagar budaya tersebut menjadi hilang sama sekali, hilang, apalagi hanya foto dan dokumentasi.

Pembangunan Museum Bali


Pembangunan Museum Bali berawal dari pemikiran betapa pentingnya menjaga, memelihara dan melestarikan warisan budaya Bali. Inisiatif ini didasari oleh rasa khawatir akan adanya gejala-gejala seperti erosi budaya, sehingga warisan budaya menjadi punah, hilang dan hanya tersisa foto-fotonya saja. Untuk menyelamatkan warisan budaya Bali, muncullah rencana untuk mendirikan sebuah museum yang sekarang lebih dikenal dengan Museum Bali.

Sejarah Museum Bali

Museum Bali menyimpan warisan budaya Bali, muncul rencana pendirian museum yang kemudian menjadi Museum Bali :

  • Perencanaan awal berdirinya Museum Bali adalah pejabat Pemerintah Belanda, Raja Bali, Tokoh Masyarakat, semua seniman seperti: WFJ Kroon (Asisten Residen Belanda), Curt Grundler (Arsitek Jerman), I Gusti Alit Ngurah (Bantu Penanegara Badung), I Gusti Bagus Jelantik (Raja Karangasem), I Gusti Ketut Djelantik (Raja Buleleng), Raja Tabanan, dan semua artis seperti I Gusti Ketut Kandel, I Gusti Ketut Rai. Perencanaan tersebut terjadi pada tahun 1910 dengan konsep dasar struktur bangunan Museum Bali yang merupakan perpaduan struktur antara bangunan candi (Sanctum) dan Keraton (Keraton).
  • Setelah disepakati konsep struktur bangunan Museum Bali, maka didirikan sebuah bangunan induk yang membelok selesai pada tahun 1925. Karena koleksi benda-benda purbakala yang terkumpul belum memadai maka selama 7 tahun (1925-1932), berdiri bangunan induk difungsikan untuk tujuan pameran. Para ahli yang berjasa dalam memeriksa benda-benda yang diambil sebagai koleksi Museum Bali antara lain: DR.W.F. Stutterheim, G.I. Graider, G.M. Hendrikss, DR.R. Goris, dan seniman Walter Spies
    • Museum Bali pada awalnya ditangani oleh sebuah lembaga yang bernama Lembaga Museum Bali dan diresmikan pada tanggal 8 Desember 1932 dengan nama Museum Bali.
    • Pengelolaan selanjutnya oleh lembaga Museum Bali telah dikembalikan kepada Pemerintah Indonesia sejak 5 Januari

Museum Bali Sebagai Tempat Menarik di Denpasar Bali


Koleksi benda-benda yang disimpan di Museum Bali dapat diklasifikasikan menjadi koleksi benda-benda prasejarah seperti: Kuburan Batu (sarkopag), koleksi benda-benda yang berasal dari zaman sejarah seperti: tanah liat stupika yang mengandung rumus takhayul Ye Te, patung perunggu (patung Hindu dan Budha ) dan koleksi objek etnografi seperti Keris, Kain Endek, dan perlengkapan upacara keagamaan (topeng Sangku, Cecepan dan Sidakarya). Dalam perkembangannya, kini Museum Bali telah dibuka secara umum dan menjadi tujuan wisata di Kota Denpasar dan merupakan tempat yang tepat untuk dikunjungi di Bali khususnya pada Denpasar City Tour atau mengikuti Paket Tour Denpasar.

Objek Koleksi Museum Bali


Koleksi benda-benda atau alat-alat kuno yang disimpan di Museum Bali dapat diklasifikasikan menjadi koleksi benda-benda prasejarah seperti batu nisan (sarkopag), koleksi benda-benda dari zaman sejarah seperti tanah liat Stupika yang berisi mantra ‘Ye te’, patung perunggu (Arca Perunggu), dan benda-benda etnografi seperti koleksi keris, bahan endek, perlengkapan upacara keagamaan dan topeng sidakarya

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.