Beranda » Tempat Wisata Bali » Museum Subak Bali

Subak Bali Adalah Salah 1 Museum Edukatif Alat Pertanian Tradisional Bali

Museum Subak Bali adalah museum alat pertanian tradisional Bali dan dokumentasi lama untuk mengingatkan semua generasi muda tentang Organisasi Subak yang terkenal di dunia. Terletak di desa Sanggulan, Kecamatan Kediri dan Kabupaten Tabanan tepatnya 20 Km bagian barat kota Denpasar.

Museum ini dibuka untuk umum dan menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Tabanan, Bali bagian barat. Letaknya yang strategis di kota Tabanan dan dekat dengan destinasi wisata lainnya di kabupaten ini.

Sejarah Museum Subak Bali

Kabupaten Tabanan merupakan salah satu kabupaten di Bali yang memiliki lahan sawah terluas, sehingga sering disebut dengan Lumbung Padi Pulau Bali.

Desa Sanggulan dipilih sebagai tempat Museum Subak karena mengingat Subak Rijasa di kabupaten ini yang pada tahun 1979 telah mencapai Juara Nasional dalam Program Intensifikasi yang mengangkat nama Bali di tingkat nasional.

Selain itu Kabupaten Tabanan memiliki Organisasi Subak yang lebih banyak jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Pembangunan Museum Subak diilhami oleh niat seluruh pecinta budaya Bali.

Museum ini diharapkan dapat melestarikan Subak sebagai aset budaya lokal yang berjasa dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi pertanian sawah, khususnya padi dan sistem irigasi tradisional.

Sistem ini sangat terkenal di manca negara karena memiliki sistem pengairan yang mirip seperti Fai di Thailand dan Zangera di Filipina dengan jurang dan spesifikasinya tidak seperti Subak yang ada di Bali. Subak adalah organisasi petani sawah untuk mendapatkan air irigasi dari sumbernya.

Yang Wajib Dikunjungi di Museum Subak Bali?

Museum Subak terdiri dari bangunan tertutup dan terbuka. Gedung tertutup terdiri dari stand pameran dimana kita dapat bertemu dengan demonstrasi objek yang berhubungan dengan pekerjaan petani, gedung audio visual yang menceritakan kegiatan Subak dalam kaitannya dengan pengelolaan irigasi air, perpustakaan dan kantor.

Bangunan terbuka merupakan visualisasi dari peragaan subak dalam bentuk mini yang terdiri dari kolam sebagai tempat relokasi irigasi, terowongan untuk mengalirkan air dari kolam ke relokasi air.

Benda dan perlengkapan petani yang dipajang di gedung pameran adalah perlengkapan dan benda yang ditata sedemikian rupa mulai dari perlengkapan pembukaan lahan pertanian, pembuatan perlengkapan irigasi, pengolahan pertanian, konservasi tanaman, pemanenan, pembuatan beras dan perlengkapan dapur.

Tidak berbeda dengan museum lain di Bali, Museum Subak di desa Sanggulan memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Sebagai pusat investigasi dan dokumentasi ilmiah
  • Sebagai tempat penyaluran ilmu
  • Tempat kenalan budaya
  • Media tempat untuk introspeksi diri
  • Tempat pencerminan sejarah manusia
  • Tempat untuk menikmati objek seni dan budaya secara umum
  • Museum Subak jelas merupakan salah satu museum paling menarik di Bali. Terletak di desa Sanggulan dua km sebelah timur Tabanan. Museum Subak memamerkan sejarah dan perkembangan organisasi irigasi Subak yang unik di Bali. Ini adalah satu-satunya museum di Bali yang fokus pada pertanian, menyediakan semua informasi tentang kehidupan pertanian Bali dan semua aspek terkait.
  • Sesuai dengan namanya, tampilan utama di Museum Subak adalah miniatur Subak yang menyajikan rangkaian gambar perkembangan sebuah Subak mulai dari pencarian mata air, pembuatan terowongan dan bendungan, penyaluran air melalui terowongan dan bendungan hingga pengelolaan air di persawahan. Pajangan alat pertanian untuk memotong, membersihkan dan menumbuk padi; alat untuk meratakan tanah, membajak, menyiangi, dan menggali terowongan air; berbagai perangkap ikan; pinset untuk menangkap belut, jaring kayu yang digunakan untuk menangkap capung, dan semua peralatan yang berhubungan dengan kegiatan subak dapat ditemukan di sini.


Museum Subak menyediakan film yang menggambarkan proses penanganan lahan pertanian. Proses ini terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari pertemuan anggota Subak untuk menyusun aturan Subak hingga mengolah tanah hingga ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang baik.

Museum ini juga menampilkan berbagai upacara yang biasa dilakukan pada berbagai tahapan siklus budidaya. Ada juga miniatur dapur dengan peralatan yang digunakan untuk memasak nasi, model skala kompleks rumah tradisional yang dibangun berdasarkan ilmu arsitektur kuno Asta Kosali Kosali.

Bagi para pengunjung yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Subak, perpustakaan dengan koleksi lengkap buku, manuskrip daun lontar dan pelat tembaga berukir tentang Subak siap melayani Anda.

Koleksinya terutama berkaitan dengan berbagai ritual yang diadakan pada setiap tahap siklus budidaya, metode bertani dan hari-hari baik untuk memulai kegiatan termasuk pantangan mereka. Perpustakaan tidak hanya menampung koleksi yang berkaitan dengan Subak (sawah irigasi) tetapi juga menyediakan koleksi literatur lengkap tentang Subak Abian (sawah non-irigasi).tidak hanya memberikan informasi yang lengkap tentang subak tetapi juga memberikan gambaran tentang betapa dalam pertanian padi terjalin erat dengan kehidupan sehari-hari orang Bali serta dengan budaya dan agama Bali.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.